Cari

Ilmu dan Amal Bekal Akhirat

ely nurhidayati ali karim

mengapa kau lebih memilih musik daripada Qur’an ?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku, sudah lama saya ingin menulis bagaimana pandangan ulama tentang musik, setelah membaca beberapa lama. Akhirnya, saya kumpulkan kajian Islam tentang haramnya musik dari beberapa syaikh atau ulama serta kisah musisi yang bertaubat sebagai musisi kembali kepada Islam kaffah sesuai pedoman al-Qur’an dan sunnah.

Dapat disimpulkan musik (terutama yang bertema cinta & hawa nafsu) telah banyak melalaikan manusia dari mengingat اَللّهُ, berangan-angan, membangitkan syahwat (lirik berbahasa vulgar dan video klip berbungkus pornografi), sumber penyakit hati, perkataan sia-sia dan tidak bermanfaat sama sekali. Adapun perkataan yang lebih baik adalah perkataan اَللّهُ yang disampaikan dalam firman-Nya di dalam Al-Qur’an.

Sebagaimana riwayat Ibnul Qayim Al-Jauziyyah Rahimakumullah, bahwa Al-Qur’an dan musik tidak dapat menyatu dalam hati manusia. Sekali lagi kita diingatkan bahwa perjuangan di dunia ini adalah melawan godaaan syaithan (hawa nafsu yang menyesatkan) yang mengajak manusia melakukan perbuatan dosa hingga menyeret sebagai penghuni neraka bersama-sama syaithan نعوذ بالله من ذلك .

Iblis mati-matian berusaha memperdaya manusia, segala sesuatu yang dipandang baik untuk kehidupan akhirat dibuat iblis seolah-olah buruk dilakukan di dunia dan sebaliknya, segala sesuatu yang dipandang buruk untuk kehidupan akhirat dibuat iblis seolah-olah baik dilakukan di dunia.

Saya memperhatikan banyak sekali manusia saat ini, diistilahkan empty people or arrogant people sangat menikmati musik, entertainment, men-copy style, mode & gaya hidup mereka yg mungkin tidak sesuai diikuti, mengidolakan artis atau selebritis yang tidak kita ketahui siapa mereka sebenarnya, sebab mereka menampilkan sisi lahiriah saja (acting) karena “nilai jual” mmg dari situ.

Apa yang kita lihat hanya mereka dari luar saja padahal di dalam hati mereka hampa & kosong, bahkan mungkin mereka lupa siapa diri mereka, inilah yg dinamakan empty people. Setelah beberapa saat menikmati musik, segera mereka bosan dan bingung, beginilah terus menerus sampai mereka lupa siapa diri mereka.

Adapun orang-orang yang jika diberi nasehat dan kebenaran dari Qur’an serasa mereka tidak bersalah dan tidak membenarkan firman Allah ini, perhatikan semakin orang tersebut jauh dari mengingat Allah maka semakin keras hatinya untuk membedakan benar salah atau halal haram, bagi mereka sama saja.

Tidak ambil perduli dan terus menikmati apa yg menurutnya menyenangkan maka lakukan saja (memperturutkan hawa nafsu). Tanpa kesadaran utk bertaubat atas dosa-dosanya yg akan dipertanggungjawabkan di akhirat nnt.

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. 2:7)

Inilah arrogant people. Selalu saja ada pembenaran mereka menolak nasehat agama yg disampaikan, inilah akibat jika terlalu jauh mereka melupakan Allah. Maka Allah pun akan melupakan mereka, sampai-sampai mereka lupa siapa diri mereka sendiri.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)

Banyak sekali kita melihat orang-orang yang seolah-olah bahagia dari luar (bahagia yg melampaui batas) padahal mereka sakit (secara mental), ini karena hati yang keras, berakhir pada lalai dan matinya hati. Sampailah pd perasaan putus asa dan kemudian bunuh diri jika terlambat diobati.

“Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (Q.S.Ar-Ra’d Ayat 26)

Manusia yang sibuk mendapatkan penghormatan dan penilaian orang lain, padahal itu sama sekali tidak berarti di mata Allah. Mengapa tidak kita kembalikan penilaian-penilaian tersebut diukur oleh penilaian Allah, sudahkah kita shalat wajib tepat waktu ?,

Sudahkah kita berbakti kpd orangtua ?, sudahkah kita bersedekah ?, sudahkah kita menutup aurat bagi muslimah ?,  sudahkah amal shaleh kita cukup untuk membeli surga Allah ?, sudahkah kita siap mati dan tinggal dikubur sampai hari kiamat tiba ?

Kebanyakan manusia berperilaku individualis, hedonis dan hati nuraninya tidak ada kasih sama sekali (walaupun bukan saudara atau siapapun mereka). Inikah value diri kita ?, sebagai manusia yang dididik & diajarkan nilai-nilai agama Islam, saling tolong menolong, memberi kpd yg membutuhkan.

“.. Dan tolong-menolonglah kamu sekalian dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan..” (QS.Al-Maa’idah,5:2)

Akibat kerasnya hati sehingga manusia lupa esensi hidup sbg hamba dan ciptaan Allah, kepada-Nya kita berasal dan tempat kembali hanya kpd Allah. Renungkanlah  arti hidup yang sebenarnya…..

Banyak sekali kasus artis bunuh diri, karena mereka tidak tahu makna kebahagiaan yg sebenarnya, kebahagiaan mereka diukur dari materi & duniawi, padahal dunia pasti ditinggalkan jika mereka mati, mereka sdh sangat puas mendapatkan penilaian, pujian dan sanjungan dari manusia, mereka menghalakan perbuatan yg diharamkan Allah agar terlihat waaawww di mata manusia, padahal manusia dengan mudah dapat berpaling, sebagaimana Allah membolak-balikkan hati manusia.

Dunia ini sifatnya sementara. Harta hanya pinjaman, kecantikan hanya sementara, kesuksesaan juga ujian. Mudah bagi Allah untuk mengambil nikmat tersebut. Maka tidak boleh lupa diri dan lalai dari mengingat Allah, banyak-banyaklah bersyukur kpd Allah baik lisan & perbuatan.

Banyak org yg tidak memahami Islam, katanya musik meningkatkan & mengelola mood, apa yg terjadi setelah itu, mereka bosan, putus asa, bingung, mau apalagi waktu ini digunakan ?. Waktu terasa pendek bagi org yg memanfaatkan waktunya dengan baik, dan sebaliknya waktu dirasa panjang oleh org2 yang tidak mengisi waktunya dgn hal yg bermanfaat. Wallahu’alam smg kami dijauhkan dari sifat malas, kikir dan bakhil.

Imam Syafi’i Rahimullah, “Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.”

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (Surat al-Mu’minuun [23] : 112-114)

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. (surat An-Naazi’aat [79] : 46)

Padahal jelas obat hati (salah satunya) dengan membaca dan mendengarkan Qur’an, apalagi ditingkatkan pd tahap mentadabburi, mengamalkannya dan menghafalkannya. Sebab banyak sekali manfaat dari membaca Qur’an, sepadankah Qur’an kita tinggalkan karena lebih mendengarkan musik ?

Rasulullah shollallahu ‘alahi wasallam bersabda,

“Allah tidak akan menyiksa hati orang yang menjaga Al-Qur’an” (HR. Imam Ad-Darimi)

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al Qur’an dan mengajarkannya”.

“Orang yang mahir membaca al Qur’an bersama malaikat yang mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca al Qur’an dengan terbata-bata dan berat atasnya maka baginya dua pahala”

Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)

Saudaraku, janganlah terperdaya oleh tipu daya iblis, sesungguhnya  kehidupan akhirat adalah lebih baik disisi اَللّهُ dan kehidupan dunia dikatakan oleh Rasulullah SAW, “Demi Allah, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA (AKHIRAT = LAUT).” (HR. Muslim).

Karena hidup manusia akan disesatkan oleh Iblis sampai hari kiamat. Iblis bersumpah utk memalingkan manusia dari mengingat اَللّهُ dan membawa mereka ke neraka bersama-sama iblis: “Barang siapa yang berpaling dari mengingat Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami kuasakan atasnya setan (yang menyesatkan), lalu setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Q.S al-Zukhruf: 36)

Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Q.S Al A’raf: 16–17)

Iblis berkata : “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. Allah berfirman : “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (Q.S al-Hijr: 39-42)

Tentunya sebagai muslim yang taat sudah kewajiban kita untuk memahami agama tidak sebagian-sebagian, karena Islam adalah agama nasehat agar manusia tidak lalai dan tidak tersesat dari jalan yang lurus sebagaimana firman اَللّهُ Q.S AL-Fatihah : 6-7

اهْدِنَا الصرَط الْمُستَقِيمَ صِرَط الَّذِينَ أَنْعَمْت عَلَيْهِمْ غَيرِ الْمَغْضوبِ عَلَيْهِمْ وَ لا الضالِّينَ

“Tunjukilah kami ke jalan yang lurus, jalannya orang-orang yang telah Kau beri nikmat. “Yaitu jalan orang-orang yang Kau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan jalan orang-orang yang tersesat.”

Website dalil (hadist shahih) tentang musik:

www.quranhadis.com/2015/04/musik-adalah-haram-meskipun-musik-atau.html?m=1

atau tambahan lainnya:

https://muslim.or.id/20706-benarkah-musik-islami-itu-haram.html

Your life is your choice, sebagai hamba ciptaan اَللّهُ sudah kewajiban utk taat & patuh thd semua perintah dan larangan اَللّهُ : “Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya ia telah MENAATI ALLAH.” (Q.S an-Nisaa’: 80)

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku…” (Q.S Ali Imran: 31) “Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami MENDENGAR, DAN KAMI PATUH.” Dan mereka itulah orang-orang yang BERUNTUNG.” (Q.S an-Nuur: 51)

“…Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “KAMI DENGAR DAN KAMI TAAT.” (Q.S al-Baqarah: 285)

Berikut ceramah-ceramah dari syaikh atau ulama berbicara tentang musik:

Berikut musisi yang bertaubat sebab mereka tidak mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan dari musik, mereka sangat bersyukur dapat berhijarah kpd Islam dan melepaskan kepopuleran. Setelah mengenal Islam mereka mendapatkan ketenangan & kebahagiaan hidup, Alhamdulillah….

Berikut musisi yang telah bertaubat, tetapi ada beberapa yang masih menjadikan musik sebagai media berdakwah:

Marilah saudaraku, hanya orang-orang yang berfikir dan berakal, hatinya mau menerima nasehat agama dan bertaubat kepada اَللّه . Saya pribadi mungkin sama dengan saudaraku muslim yg lain, juga sedang berusaha meraih ketakwaan (taat perintah & menjauhi larangan اَللّه)

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)

اَللّه telah berkehendak kepada saya agar tidak lalai mengingat اَللّه.

Alhamdulillah…. folder musik di semua gadget tools sudah saya deleted. Saya ganti dgn mp3 Qur’an & ceramah tema Qur’an & Hadits. Agar bisa sewaktu-waktu dibaca dan didengarkan. Alhamdulillah….. insya Allah semakin sering mendengarkan Qur’an bisa sampai ke tahap menghafalkannya.

Hasilnya, saya menjadi lebih tenang dengan mengingat اَللّه saja (shalat, membaca Qur’an, shaum, mendalami agama & perkara sunnah lain). Semua pekerjaan & tugas dapat diselesaikan dengan mudah, selalu ada solusi dan pertolongan dari اَللّه melalui jalan yang tidak terpikirkan oleh saya, Subhanallah maha suci Allah….

“Dan sesungguhnya Kami memudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah yang mengambil pelajaran?” (QS. 54:17).

“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepada kamu supaya kamu menjadi susah” (QS. 20:2).

“Allah menghendaki kemudahan bagi kamu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. 2:185)

Apalagi disela-sela kesibukan saya sempatkan membaca Qur’an walau hanya satu halaman, manfaatnya saya mendapatkan semangat & inspirasi menulis lebih banyak.

Banyak sekali kemudahan-kemudahan lain yg saya dapatkan setelah membaca Qur’an. Saya sangat bersyukur اَللّه memberikan hidayah-Nya utk mendalami bacaan Qur’an dan mengamalkannya.

Insya Allah atas kehendak اَللّه semoga saya istiqomah, bersyukur atas nikmat iman & islam yg diberikan اَللّه karena untuk mendapatkan hidayah ini  tidak bisa didapat kecuali dgn kita mendekat kpd  اَللّه 

“Dan Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (QS. Qoff : 16 – 17)

”Dan kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat,” (QS. Al Waqi’ah : 85)

Sayangnya, sekarang walaupun sdh banyak kemudahan teknologi utk membaca Qur’an tetap saja, jarang sekali kita memberi perhatian lebih kpd Qur’an. Justru teknologi internet, gadget dan sosmed bukan mempermudah tetapi menjauhkan kita dari Qur’an.

Terkadang saya menangis saat mendengarkan bacaan Qur’an apalagi mentadaburrinya, benar-benar ayat Qur’an ini memiliki kekuatan (susah utk dijelaskan) perasaan yg bercampur antara takut, harap, cemas & bahagia. Allahu akbar, Allah maha besar….

“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at bagi orang yang membacanya.” Hadist Riwayat Muslim

 الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Katakanlah : “ Adakah sama orang-orang  yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?  “ Sesungguhnya orang yang ber-akal-lah yang dapat menerima pelajaran (Q.S Az Zumar  : 9)   memanfaatkan akalnya)

“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,  ( Ar Ra’d : 19 ), (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian” ( Ar Ra’d : 20)

“ Yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang–orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang–orang yang berakal.”  ( Az Zumar : 18)

“Dialah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalahmendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (taubat)  (kepada Allah).“  ( Al Ghaafir : 13)

“ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. ”  ( Ali Imran : 190 )

Apa yang kamu pillih sekarang akan menentukan kamu di masa depan (kehidupan di akhirat yang kekal), kenikmatan di akhirat adalah kenikmatan di surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Jangan sampai menyesal ketika nyawa sudah di tenggorokan, maka taubat kita tidak diterima اَللّهُ  Wallahu’alam bis showab

Allah SWT berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran : 133)

Dari Abdullah bin Umar -radhiallahu anhuma- dari Nabi -alaihishshalatu wassalam- beliau bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan.” (HR. At-Tirmizi no. 1531, Ibnu Majah no. 3407, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 1309)

  اِ نْ شَآ ءَ  اللّهُ kita semua mendapat i’tibar (pelajaran) dan hikmah dari sini اَمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Sumber: ilmu hanya milik اَللّه  سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: